Minggu, 17 Oktober 2010

Komunikasi Data modul 2

modul II

Komunikasi Data

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) :
Setelah mempelajari modul ke-11, mahasiswa diharapkan mampu :
• Menjelaskan pengertian konsep komunikasi data
• Menjelaskan model komunikasi dasar yang ditKomunikasi Dataerapkan pada komunikasi data yang menggunakan komputer
• Menjelaskan berbagai macam terminal yang tersedia
• Menjelaskan perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan dalam komunikasi data
• Menjelaskan konsep dasar pemrosesan jaringan komputer
• Menjelaskan perkembangan inivasi dalam pemrosesan bergerak
• Menjelaskan arsitektur dan protocol jaringan komputer
• Menjelaskan pentingnya manajemen jaringan
• Menjelaskan konsep internet, intranet dan ekstranet
• Menjelaskan pentingnya internet dalam komunikasi data

1. Pendahuluan

Ketika skala operasi bisnis berkembang, timbul kebutuhan untuk mengumpulkan data dan menyebarkan keputusan di area geografis yang tersebar luas. Komunikasi data memungkinkan komputer melaksanakan tugasnya.
Model dasar yang menggambarkan komunikasi antara manusia juga dapat berfungsi sebagai model untuk komunikasi data.
Ada banyak variasi dalam pengaturan jaringan komunikasi data, tetapi dasarnya adalah Jaringan Luas (Wide Area Network – WAN), Jaringan Setempat (Local Area Network – LAN), dan Jaringan Metropolitan (Metropolitan Area Network – MAN). WAN yang pertama dibentuk untuk menyediakan jasa timesharing.
Dengan munculnya komputer mikro, maka jaringan memudahkan distribusi sumber daya komputer di seluruh perusahaan. Sekaang, WAN, LAN, dan MAN digunakan untuk client/server computing.
Pada LAN, semua perangkat keras dan sirkuit dimiliki oleh perusahaan, tetapi dalam WAN, saluran disediakan oleh perusahaan penyedia jasa komunikasi (common carrier). Perusahaan penyedia jasa komunikasi menyediakan beragam bentuk produk dan jasa.
Produk yang merevolusi cara komunikasi data dan informasi adalah Integrated services digital network – ISDN dan Intellegence Network – IN.
Salah satu masalah dalam menggunakan LAN adalah masalah pengendalian atas banyak pemakai yang berbagi fasilitas. Dua cara untuk mengatasi yaitu : pertama, contention-based control, yang mencerminkan filosofi “yang datang pertama dilayani pertama”. Kedua, token-passing control yang lebih teratur.
Komunikasi data sangat penting bagi perusahaan sehingga manajemen jaringan yang baik yang didasarkan pada perencanaan merupakan suatu keharusan. Manajer jaringan adalah elemen kunci dalam program komunikasi data.
Pengaruh paling dramatis pada komunikasi data bisnis adalah Internet. Perusahaan-perusahaan menerapkan teknologi internet secara internal, menciptakan suatu kemampuan yang dinamakan Intranet.
Model dasar komunikasi dapat juga menjadi dasar bagi diagram yang menunjukkan cara data dikomunikasikan melalui komputer.
Komunikasi data adalah pergerakan data dan informasi yang dikodekan dari satu titik ke titik lain melalui peralatan listrik atau elektro magnetik, kabel serat optik (fiber optic cables), atau sinyal gelombang mikro (microwave signals). Istilah lain yang digunakan adalah teleprocessing, telekomunikasi, telecom dan datacom.

Seperti halnya komunikasi antar manusia, pesan komputer harus bergerak melalui suatu saluran. Banyak teknologi yang digunakan , tetapi yang umum adalah sirkuit telepon yang sma seperti yang digunakan untuk komunikasi suara. Misalnya satu saluran telepon standar dapat menyediakan 24 saluran.
Agar sirkuit telepon dapat digunakan untuk komunikasi data, peralatan khusus harus disertakan pada tiap ujung. Alat tersebut dinamakan Modem (modulator-demodulator). Modem mengubah sinyal-sinyal elektronik dari peralatan komputer (terminal dan komputer) menjadi sinyal-sinyal elektronik dari sirkuit telepom, dan sebaliknya.

2. Jenis-jenis Jaringan

Jaringan Luas (Wide Area Network – WAN) meliputi area geografis yang luas dengan beragam fasilitas komunikasi seperti jasa telepon jarak jauh, transmisi satelit, dan kabel bawah laut. WAN umumnya melibatkan host computers dan beragam jenis perangkat keras dan perangkat lunak komunikasi. Contoh : jaringan perbankan antar daerah, sistem reservasi, dll.
Jaringan Setempat (Local area Network – LAN) meliputi area yang terbatas. Namun, perbedaan ini mulai berubah dengan semakin meluasnya ruang lingkup cakupan LAN. LAN umumnya menghubungkan hingga ratusan komputer mikro yang semuanya berlokasi di area yang relatif kecil, seperti satu gedung atau beberapa gedung yang berdekatan. Perusahan tertarik pada pada LAN, karena LAN memungkinkan beberapa pemakai berbagi perangkat lunak, data, dan peralatan.
Jaringan Metropolitan (Metropolitan Area Network – MAN) meliputi keseluruhan suatu kota.

Public Data Network (PDN); Jaringan yang digunakan untuk menghubungkan pusat jaringan yang satu dengan yang lain dan biasanya terletak berjauhan bahkan berada di benua yang lain. Umunya sentral dari PDN dimilik oleh pemerintah atau organisasi lain.
Private Branch Exchange (PBX);Jaringan yang digunakan terutama untuk hubungan telepon atau komunikasi suara pada satu bagunan tetapi menggunakan teknologi yang sama dengan sentral telepon. Mirip dengan LAN tetapi data transfer-nya tidak setinggi LAN.

3. Perangkat Keras Komunikasi Data
Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi / komunikasi dibedakan atas (peralatan inter aksi) :
a. Data Communication Equipment – DCE, untuk menyalurkan informasi antar lokasi.
b. Data Terminal Equipment – DTE, merupakan peralatan tempat informasi masuk dan keluar bagi pemakai maupun komputer.

Di dalam sistem komunikasi data ada sistem yang mengatur hubungan dengan peralatan komunikasi data. Peralatan ini disebut Data Communication Controller Unit – DCCU.
Tugas dari DCCU antara lain :
 Membentuk antar muka antara sistem input/output bus dan modem;
 Mengendalikan sinyal antarmuka modem dan konversi level sinyal agar sesuai dengan antarmuka;
 Mengubah data yang akan dikirimkan menjadi serial dan sebaliknya;
 Untuk peralatan sinkron terdapat buffer, dan kendali berita antara 2 stasiun dilakukan oleh DCCU;
 Mengatur error recovery dengan mekanisme retry;
 Melakukan konversi sandi bilamana perlu;
 Melakukan sinkronisasi karakter baik dengan cara start/stop maupun dengan karakter SYN;
 Melakukan bit sinkronisasi untuk controller asinkron. Kadang kala controller sinkron juga dapat melakukannya dengan internal clock;
 Melakukan pengujian kesalahan (parity, longitudinal atau BCC);
 Mengendalikan prosedur dengan melacak karakter transmission control.

Termasuk dalam klasifikasi DCCU antara lain I/O controller dan pengendali terminal.
Terminal adalah lokasi dalam jaringan yang merupakan tempat informasi dapat masuk dan keluar. Dengan demikian sebuah komputer dapat digolongkan sebagai terminal, bila fungsinya memang demikian.
Beberapa macam terminal yang umum :
 Key board – printer
 Key board – video display
 Line printer

DTE DCE
Terminal I/O Controller

Key board
Printer Input Control
Synchronizer

Output Control MODEM
Error Checking

Gambar 11.3. Input/Output Controller

Input/Output Controller
I/O controller mengatur aliran informasi masuk dan keluar terminal.
Terdapat 3 fungsi I/O controller : (lihat Gambar 3)
a. Kendali masukan (input control)
b. Kendali keluaran (output control)
c. Pemeriksaan kesalahan (error checking) : validity checking, redundancy checking, dan polynomial checking.

Pengendali Terminal
Melakukan semua hal yang dilakukan oleh I/O controller, dengan tugas utamanya adalah :
 Sinkronisasi
 Pengujian kesalahan
 Kendali dan perintah I/O
 Menyimpan karakter untuk sementara
 Multiplexing
 Pemeriksaan status dan Pemeriksaan kecepatan
 Perakitan dan pembongkaran

Dalam sistem komunikasi data dikenal beberapa macam perangkat keras :
a. Terminal
b. Komputer
c. Tranmission lines
d. Modem
e. Multiplexer
f. Concentrator (pengumpul)

a. Terminal
Merupakan alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara manusia dengan mesin. Pemilihan terminal ditentukan oeh kebutuhan pada saat ini dan melihat perkembangan di masa datang.
Dalam menyampaikan datanya ke DCE, DTE menggunakan salah satu cara berikut :
(i). Asinkron;
 menggunakan start/stop bit,
 untuk terminal yang menerima data dalam bentuk karakter dan langsung berhubungan dengan manusia,
 kecepatannya tidak begitu tinggi.


(ii). Sinkron
 Blok data akan dikirimkan setelah terjadi sinkronisasi antara pengirim dan penerima,
 Blok data umumnya berupa teks (kumpulan karakter),
 Kecepatannya tinggi.

(iii). Paket
 Data dikirimkan dalam bentuk paket yang terdiri dari atas sejumlah bit,
 Sinkronisasi di awal dan diakhir arus bit,
 Data merupakan arus bit, bukan arus karakter,
 Kecepatannya tinggi,
 Dipakai pada jaringan data (data network).

Macam-macam Terminal Dasar :
 Teletypewriter
 Video Display Terminal/Unit – VDT/VDU
 Remote Job Entry Terminal
 Transaction Terminal
 Intelligent Terminal (Terminal Cerdas)

b. Komputer
Komputer atau prosesor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data aak berbeda dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak komputer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah data yang datang secara cepat dalam sistem real-time.

c. Transmission Lines
Supaya data dapat diterima oleh penerima diperlukan suatu media untuk membawa data tersebut. Medium tersebut dinamakan Saluran Transmisi (transmission lines).
Pada dasarnya sistem transmisi dapat membawa data secara listrik atau elektro optik dan melalui satu kanal telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang dipergunakan untuk membawa data dari sumber ke penerima.

d. Modem
Singkatan dari Modulator – DEModulator, sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan modulasi (merubah pulsa biner menjadi sinyal analog) dan demodulasi. Dalam komunikasi data selalu diperlukan sepasang modem yang masing-masing dipasang di pemancar dan penerima.

Dalam menentukan modem yang harus digunakan ada beberapa hal yang diperhatikan :
 Laju transmisi data, (rendah, sedang, tinggi)
 Mode komunikasi, (simplex : satu arah; half duplex : dua arah secara bergantian; Full duplex : dua arah bersamaan)
 Sinkronisasi
 Teknik modulasi, (Teknik Quadrature Aplitudo Modulation – QAM tergolong dalam Amplitudo Modulation – AM , Teknik Frequency Shift Keying yang tergolong dalam Frequency Modulation – FM, dan Teknik Phase Shift Keying yang tergolong Phase Modulation – PM)
 Standar industri, (standar internasionl dikeluakan oleh Committee Consultative Internationale de Telegraphique et Telephonique

e. Multiplexer
Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi, sehingga terjadi efisiensi penggunaan saluran komunikasi.
Macam-macam Multiplexing :
• Ferquency Division Multiplexing - FDM; akan menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. Data yang dikirim akan dicampur berdasarkan frekuensinya
• Time Division Multiplexing – TDM; pengiriman data dilakukan dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal tersebut dikirimkan dan digunakan untuk transmisi sinyak digital.

f. Concentrator
merupakan antar muka sejumlah terminal dengan saluran ke komputer pusat. Digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Data yang diterima dikumpulkan dalam jumlah tertentu, baru kemudian disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Sehingga Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yag tidak bermanfaat, dan membebaskan komputer dari semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (error free messages).

Tugas Concentrator :
 Line servicing
 Konversi kecepatan dan kode
 Meratakan traffic
 Error control
 Memungkin ekspansi sistem tanpa perlu menggannggu pusat
 Dapat mengganti jenis terminal dengan yang lebih efisien tanpa modifikasi pada pusat.

4. Jaringan Komunikasi Data
Komunikasi data cepat atau lambat akhirnya akan menuju jaringan atau Network. Hubungan komunikasi data yang paling sederhana adalah titik ke titik yang hanya melibatkan sebuah sumber (source atau transmitter) dan sebuah penerima (receiver). Apabila hubungan tersebut dikembangkan dengan melibatkan penerima yang lain (juga titik ke titik) maka mulailah komunikasi data tersebut menjadi suatu hubungan jaringan. Selain itu melibatkan sistem komputer, sehingga dapat saling menggunakan sumber daya sepeti disk drive, tape drive, printer, perangkat lunak, data, dan sebagainya yang dimiliki oleh masing-masing sistem komputer tersebut.
Jaringan komunikasi data merupakan dasar dari konsep pemrosesan terdistribusi (distributed processing) yang memungkinkan pengolahan data tidak hanya dilakukan pada sebuah sistem komputer tetapi pada berbagai sistem komputer yang seringkali juga terletak pada satu lokasi yang sama maupun pada lokasi yang berbeda.
ISDN (Integrated Service Digital Network), adalah arsitektur jaringan komunikasi digital yang memungkinkan komunikasi suara, data,teks dan video dapat dilakukan secara serentak. Jasa kemudahan ini telah memberikan kegairahan diantara pemakai komputer pribadi yang menemui kesulitan menunggu lama dalam mengakses internet. Waktu tunggu ini dapat dipersingkat sampai empat kali lebih cepat dengan layanan ISDN ini. Suatu adapter terminal yang mirip dengan modem ditambahkan ke komputer dengan biaya pemasangan satau kali waktu pasang dan selanjutnya biaya langganan setiap bulan.

Manfaat Jaringan Komunikasi Data
1. Memungkinkan beberapa sistem komputer saling berbagi (sharing) sumber daya secara bersama. Sehingga bersifat ekonomis.
2. Menambah manfaat komputer karena jaringan memperluas kegunaan dan daya guna sistem komputer yang saling dihubungkan dengan jaringan tersebut sehingga terminal dengan terminal dapat berkomunikasi, tukar menukar data, dan dapat menggantikan fungsi surat menyurat.
3. Memungkinkan berbagai macam merk komputer saling berhubungan, dengan demikian pemakai tidak tergantung pada satu vendor/penjual.
4. Memungkinkan pengembangan sistem komputer secara relatif lebih mudah dan menyebabkan sistem komputer menjadi lebih fleksibel.
5. Pengolahan terdistribusi, sehingga dapat mencegah ketergantungan kepada pusat atau central processor atau tidak tergantung pada satu sistem komputer saja.
6. Memungkinkan integrasi berbagai macam aplikasi yang dijalankan pada berbagai macam sistem komputer. Data yang dihasilkan oleh satu bagian dapat segera digunakan oleh departemen lain dan sebaliknya.
7. Melalui jaringan komunikasi global (internet dan intranet) memungkinkan dibuat sarana Pemasaran dan promosi yang dikenal dengan web site atau homepage, perdagangan yang dikenal dengan e-commerce, surat menyurat elektronik (e-mail), pembelajaran jarak jauh yang dikenal dengan istilah e-learning atau distance learning, dan pelaksanaan konferenasi jarak jauh yang disebut dengan teleconference, serta untuk pelaksanaan pelayanan masyarakat oleh pemerintahan daerah kabupaten/kota dan propinsi serta departemen yang dikenal dengan istilah e-government.

Internet dan Intranet:
Internet :
– Kumpulan jaringan komunikasi yg saling terhubung oleh beberapa bridge dan/atau router.
Intranet :
– Internet milik suatu organisasi.
– Menyediakan layanan kunci Internet, yaitu www.
– Dapat terisolasi dr Internet, dpt pula terhubung ke Internet.
Internet Services, al. :
 E-MAIL
 Chat
 Videophone
 Gaming
 Newsgroups
 World Wide Web (www)

5. Penggolongan Jaringan
Penggolongan jaringan dapat digolongkan atas 4 macam kriteria, yakni berdasarkan pada :
A. Cara penyambungan
Ada dua cara, yakni :
a. Switched
Route yang diambil oleh pengirim guna mengirimkan informasi ke penerima tidak tetap. Pengiriman pertama dapat melalui suatu route tertentu sedangkan pengiriman berikutnya dapat melalui route lain. Hubungan hanya terbentk saat ada informasi yang hendak disalurkan (secara fisik tidak ada hubungan tetap antara kedua simpul).

b. Non-switched
Jalur pengiriman informasi selalu tetap, dengan 2 maca bentuk dasar yaitu titik ke titik dan multidrop.



B. Struktur (Topologi)
Adalah cara bagaimana simpul atau pusat di dalam jaringan tersebut saling terhubung. Hubungan tersebut sangat tergantung dari jenis aplikasinya. Tiap struktur mempunyai keuntungan dan kerugiannya masing-masing.

Topologi (konfigurasi) yang umum yaitu :

• Bus
Semua simpul mempunyai kemungkinan yang sama untuk berhubungan dengan simpul lain. Jaringan tidak tergantung dari satu pusat. Bila salah satu simpul rusak sistem tetap beroperasi. Jaringan memerlukan perangkat lunak yang lebih canggih untuk mengatur keadaan jika pada saat yang bersamaan dua atau lebih simpul hendak melakukan hubungan.

• Star
Kontrol dipusatkan, semua link harus melalui pusat (stasiun primer) yang menyalurkan data tersebut ke simpul (terminal) atau secondary station yang dipilih. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh pusat maka terminal seakru-waktu dapat mempergunakan hubungan jaringan tersebut tanpa harus menunggu perintah dari komputer pusat (server). Bila pusat terganggu maka saluran hubungan terganggu.

• Ring
Setiap simpul dihubungkan dengan bentuk lingkaran. Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan disebut juga loop network. Data dikirimkan ke tiap-tiap simpul dan simpul yang dituju akan menerima data. Apabila salah satu simpul tidak bekerja maka hubungan komunikasi akan terputus sehingga sebagian dari pusat atau simpul idak dapat berkomunikasi. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan proses by pass (simpul yang tidak bekerja dihindari).

• Tree
Disebut juga dengan multi level hierarchical network. Mempunyai beberapa tingkatan simpul. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data dikirimkan dari pusat yang satu ke pusat yang lain melalui tingkatan simpul-simpul tersebut sebelum sampai ke tujuan. Bila pusat yang lebih tinggi tidak bekerja maka simpul yang berada langsung di bawahnya tidak dapt dihubungi. Sehingga jaringan sangat tergantung pada pusat yang tertinggi tingkatannya. (lihat Gambar 11.7)


• Hybrid
Merupakan topologi yang merupakan kombinasi dari topologi yang ada.

C. Cara komunikasi yang digunakan
Jaringan mengenal dua macam cara komunikasi, yaitu :
a. Broadcast
Semua data yang hendak dikirimkan akan dikirimkan ke semua penerima. Hanya penerima yang dituju akan bereaksi terhadap data yang diterimanya, berarti setiap data yang dikirimkan harus disertai “alamat” yang ditujunya.
b. Titik ke titik
Hanya simpul yang dituju akan menerima atau mengirimkan data.

D. Teknologi Switching
Sesuai dengan perkembangan teknologi switching maka jenis jaringan dapat dibagi sesuai dengan teknologi tersebut, yaitu :
a. Circuit switching
Hubungan secara real time. Sebelum data dapat dikirimkan, sambungan dengan tempat tujuan harus dibuat terlebih dahulu. Informasi langsung dikirimkan bila hubungan telah terbentuk. Kalau simpul itu tidak dapat dihubungi maka informasi tidak dapat dikirimkan.
b. Store dan forward
Kalau hubungan ke simpul yang dituju tidak dapat dibentuk, informasi masih dapat dikirimkan. Informasi tersebut akan disimpan terlebih dahulu dan kemudian dikirimkan ke tempat tujuan bila hubungan dapat dibentuk.
c. Message switching
Yang disalurkan umumnya berita.

d. Packet switching
Data dipecah dalam bentuk paket yang formatnya telah ditentukan.

6. Pendekatan Dasar Jaringan pada Pemrosesan
Terdapat dua pendekatan pada jaringan komunikasi data yaitu Timesharing, Pemrosesan Terdistribusi, dan Client/Server computing.
Jaringan Timesharing terdiri dari satu komputer yang dipakai bersama oleh beberapa pemakai yang memperoleh akses melalui terminal-terminal.
Pemrosesan terdistribusi adalah suatu pendekatan dengan cara mendistribusikan komputer mini dan komputer mikro ke seluruh jaringan organisasi, pendekatan ini menggantikan Timesharing sebagai strategi jaringan.
Sedangkan Client/Server Computing adalah suatu pendekatan bagi penggunaan jaringan yang didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Oleh karenanya merupakan gabungan pendekatan Timesharing dangan Pemrosesan Terdistribusi.

Jaringan Komputer khusus PC – LAN
Penggunaan komputer PC terus meningkat diberbagai bidang. Hal ini terus memacu perusahaan pembuat komputer dan perangkat lunak untuk berbuat lebih baik / maju lagi.
Sejalan dengan perkembangan sistem operasi yang dikembangkan oleh suatu organisasi ataupun sistem komputerisasi yang terjadi di dalam organisai tersebut, maka sangatlah dibutuhkan akan adanya sistem jaringan kerja komputer PC.
Sistem jaringan komputer ini bisa terbatas pada suatu lokasi tertentu saja yang dikenal dengan PC LAN (Personal Computer Local Area Network), atau sistem jaringan komputer jarak jauh (antar daerah/ negara dengan menggunakan bantuan satelit atau dengan sistem bantuan Modem).
Pada kesempatan ini kita tinjau sekilas tentang sistem jaringan komputer PC dengan sistem PC LAN.
A. Komponen PC LAN
Pada dasarnya PC LAN terdiri dari 5 komponen utama, yaitu:
1. Komputer
Komputer-komputer yang tergabung di dalam suatu PC LAN dapat dikelompokkan lagi menjadi 4 kelompok berdasarkan fungsi dari masing-masing komputer tersebut sebagai berikut:
• Workstation
Workstation adalah komputer PC anggota LAN yang digunakan sebagai tempat kerja pemakai LAN. Perangkat keras maupun perangkat lunak komputer ini harus dapat berfungsi dengan baik dalam melakukan hubungan komunikasi dengan komponen PC LAN lainnya.
• Server
Server adalah komputer PC yang digunakan sebagai penyedia fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemakai LAN yang bekerja di Workstation (sharing facilities).
Berdasarkan kemampuan pemberian layanan, maka server dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
 Dedicated Server
 Non Dedicated Server
• Bridge
Bridge adalah komputer PC anggota LAN yang berfungsi sebagai penghubung antara PC LAN tersebut dengan PC LAN lain yang menggunakan perangkat lunak jaringan yang sejenis.
Bridge dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
 Internal Bridge
Bridge yang diletakkan menjadi satu dengan server.
 External Bridge
Bridge yang diletakkan pada workstation.
• Gateway
Gateway adalah komputer PC anggota LAN yang berfungsi sebagai pintu gerbang yang menghubungkan LAN dengan WAN atau dengan komputer yang lebih besar, yang mempunyai sistem operasi tersendiri.
2. Network Interface Card (NIC)
Network Interface Card adalah peralatan berbentuk papan rangkaian elektronik yang dipasang di dalam komputer, yang berguna untuk menghubungkan komputer tersebut dengan LAN. Jenis dari NIC banyak sekali, hal ini tergantung pada topologi jaringan (arah mengalirnya data sepanjang jaringan. Ada 3 jenis topologi yang terkenal, yaitu bus, star, dan ring.) dan protokol perangkat keras yang digunakan.

3. Media Penghubung/ Kabel
• Kabel Twisted-Pair
Umumnya jarak maksimum dari Router untuk kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) adalah 150 feet (50 meter), sedangkan jenis Shielded Twisted-Pair (STP) dapat mencapai 500 feet. Kabel-kabel ini terjadi dari 2 kabel yang diputar enam kali per inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedansi, atau tahanan listrik yang konsisten. Untuk kabel STP, kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi.

• Kabel Coaxial
Kabel ini paling banyak digunakan di jaringan komputer lokal dan yang umumnya dipakai adalah kabel Coaxial yang berimpedansi sekitar 50 - 100 Ohm. Kabel ini terjadi atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi yang pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya.
Tipe kabel Coaxial untuk LAN adalah:
 RG-8 : mencapai jarak maksimum 3000 feet
 RG-58 : dapat mencapai jarak maksimum 600 sampai 1000 feet
 RG-62 : jarak maksimum yang dicapai 2000 feet


Makin besar ukuran kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya, dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik, akan tetapi lebih mahal dan sukar ditarik melalui saluran.
• Kabel Fiber Optic
Kabel ini adalah kabel yang di dalamnya berisi serat-serat kaca. Jumlah serat kaca yang ada di dalam kabel umumnya berkisar antara 1 sampai 8 buah. Data yang dikirimkan melalui kabel ini dalam bentuk pulsa cahaya atau sinar, sehingga data ini tidak dapat disadap. Sebelum sinar listrik ditransmisikan melalui media ini, harus dikonversikan terlebih dahulu menjadi sinyal dalam bentuk cahaya. Setelah sinyal cahaya diterima, maka alat penerima tersebut akan mengkonversikan kembali menjadi sinyal listrik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan kabel tembaga. Kabel serat optik lebih tipis dan fleksibel, juga memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliabel, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Mungkin hanya kabel ini yang bisa memenuhi kapasitas data untuk jaringan yang lebih cepat di masa mendatang.

Harga kabel ini jauh lebih mahal daripada kabel coaxial, sehingga LAN yang menggunakan kabel jenis ini jumlahnya sedikit. Pemasangan kabel ini juga lebih sukar daripada pemasangan kabel tembaga, karena ujungnya harus dipoles dan benar-benar lurus agar menghasilkan hubungan yang sempurna. Umumnya kabel ini digunakan pada LAN yang mengelola data dengan tingkat kerahasiaan yang tinggi.
Jarak maksimal yang dapat dicapai dengan kabel fiber optic adalah 3000 feet dan karena sistemnya yang belum standar, maka ada beberapa NIC mampu menggunakan kabel ini untuk jarak yang lebih jauh.

4. Peralatan Tambahan (Accesories)
Peralatan tambahan yang digunakan pada suatu PC LAN sangat bergantung pada tipe jaringan yang akan digunakan oleh PC LAN tersebut.


5. Sistem Operasi LAN
Sistem operasi LAN yang digunakan di dalam PC LAN ada 2 jenis, yaitu:
a. Sistem operasi yang menggunakan mekanisme Distributed Processing
Sumber daya yang ada di server pada PC LAN yang menggunakan sistem operasi ini, tidak bisa dipakai bersama (share). Ada bagian yang yang tidak bisa dishare, yaitu CPU. Sehingga proses pengolahan data yang dilakukan oleh pemakai hanya dapat dilaksanankan oleh CPU yang ada di workstation. Mekanisme seperti ini disebut dengan mekanisme Client Server. Sistem operasi yang digunakan adalah NOVELL Netware, Bayan Vines, IBM PC LAN, dan lain-lain.

b. Sistem operasi yang menggunakan mekanisme Centralized Processing
Sistem operasi ini sebenarnya prinsip dasarnya sama dengan sistem operasi yang digunakan oleh komputer mini, supermini, maupun main frame. Semua proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan CPU dari komputer induk (host). Sistem operasinya adalah sistem operasi UNIX, seperti SCO Unix, UNIX V, dan lain sebagainya.

6. Metodologi Pengendalian LAN
Cara pesan melintasi LAN ditentukan oleh jenis pengendlian LAN. Ada dua metodologi yang popular yaitu :
a. Pengendalian Contention Based;
Pertama-tama memperhatikan sinyal sibuk. Bila sinyal tersebut tidak terdeteksi maka workstation tersebut mengirimkan pesannya. Karena tidak ada pengendalian terpusat, memungkinkan dua workstation atau lebih dapat mencoba transmisi pada waktu bersamaan. Hal tersebut dinamakan tabrakan (collision). Sehingga diperlukan skema pengendalian, pengendalian contention based merupakan bentuk pengendalian sederhana, namun kinerja jaringan dapat menurun cepat jika transmisi sibuk.
b. Pengendalian Token Passing;
Sentralisasi pengendalian dilakukan dengan menggunakan token. Token adalah seperangkat bit data yang diteruskan dari satu workstation ke workstation lain. Sehingga pesan hanya bias terkirim bila memiliki token pada jaringan tersebut. Metode ini sama dengan perlombaan lari estafet yang pelarinya hanya dapat berlari jika memegang tongkat.
B. Manfaat Penggunaan PC LAN
Kebutuhan PC LAN umumnya sejalan dengan perkembangan sistem informasi manajemen yang dikembangkan pada organisasi tersebut ataupun sistem komputerisasi yang terjadi di dalam organisasi tersebut. Kebutuhan dasar yang menjadi alasan pembuatan PC LAN cukup banyak, diantaranya karena:
• Dibutuhkan adanya pertukaran data/ informasi antarpemakai komputer PC yang dilakukan secara langsung (on-line).
• Adanya data yang digunakan oleh lebih dari satu pemakai komputer pada saat yang bersamaan (sharing data).
• Dibutuhkan penyimpanan data yang terjamin keamanannya.

Dengan menggunakan PC LAN diharapkan akan:
1. Menghemat biaya.
Mengingat bahwa komputer PC banyak digunakan, harganya relatif cukup murah dan tidak memerlukan banyak persyaratan untuk instalasinya, sehingga biaya untuk pembuatan PC LAN menjadi lebih murah jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan komputer mini, supermini, maupun mainframe. Komputer PC boleh dikatakan bebas pemeliharaan, karena biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan sebuah PC relatif sangat murah dan selain itu komponennya (spare part) mudah didapatkan di pasaran.

2. Meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Dengan menggunakan PC LAN, dapat:
 dihindari penyimpanan data yang sama pada tempat yang berbeda (duplikasi data), sehingga dapat meghemat tempat penyimpanan data (disk storage) yang ada.
 alat-alat periperal (peripheral device) seperti printer, ploter, modem, dapat digunakan secara bersama-sama dengan mudah oleh pemakai jaringan (user).

3. Meningkatkan produktivitas personal dari organisasi tersebut.
Dengan memanfaatkan PC LAN, maka proses kerja manual untuk memindahkan data dari satu komputer ke komputer lain tidak perlu dilakukan.
4. Data yang sensitif dapat dijaga kerahasiannya dan keamanannya.
Meskipun di dalam PC LAN banyak berkas yang dapat digunakan bersama, namun perlu juga dijaga kerahasiannya dan keamanannya agar tidak diketahui oleh pemakai yang tidak berhak untuk melihat ataupun memproses data tersebut.
5. Mudah dikembangkan sesuai dengan perkembangan organisasinya.
Dengan teknologi LAN dimungkinkan pengembangan suatu PC LAN yang dapat dilakukan dengan mudah dan biaya yang relatif murah.

7. Perangkat Lunak Komunikasi Data
Seperti perangkat keras komputer, perangkat keras datacom tidak mempunyai arti apa-apa tanpa perangkat lunak komunikasi. Karena perangkat lunak memungkinkan semua unit perangkat keras datacom bekerja sebagai satu sistem. Sebagian besar perangkat lunak berada dalam host dan front end processor, dan sebagian dapat berada pada cluster control unit dan terminal.
Perangkat lunak yang berada pada host, berfungsi :
a. menempatkan pesan dalam suatu urutan tertentu berdasarkan prioritas.
b. Mengamankan catatan (log) dari setiap terminal dan memeriksa apakah suatu terminal berwenang untuk mengerjakan tugas yang diminta.
c. Menghubungkan jaringan datacom dengan sistem manajemen database
d. Mengamankan gangguan sewaktu listrik pada dengan menyimpan status penyimpanan primer secara periodik.

Perangkat lunak dalam front end processor, berfungsi :
a. menanyai dan menentukan terminal secara berurutan apakah terminal tersebut ingin menggunakan saluran.
b. Memelihara catatan dengan memberikan waktu dan tanggal pada tiap pesan dan penomorannya.
c. Mengubah kode dari satu jenis peralatan (misalnya IBM ) kejenis lain (misal DEC).
d. Menyunting data
e. Menambah dan menghapus kode routing.
f. Memelihara file historis, termasuk memulihkan dari gangguan.
g. Memelihara statistik atas penggunaan jaringan.


8. Suatu strategi Komunikasi Data Baru – Intranet
Dalam perkembangan pertukaran data adanya pertukaran data elektronik (electronic data interchange - EDI), kemudian disusul dengan internet dengan protokol pengambilan informasi yang mudah bagi pemakai tentang topik yang hampir tak terbatas dari jumlah sumber yang kelihatannya tak terbatas. Sehingga internet memungkinkan pemakai berkomunikasi dengan perorangan dan organisasi diluar cakupan operasi organisasi tersebut. Namun untuk komunikasi didalam cakupan organisasi atau perusahaan mengalami kesulitan untuk mengakses dengan internet. Konsep Intranet muncul untuk mengatasi kesulitan komunikasi secara intern. Intranet adalah penggunaan internet untuk komunikasi di dalam organisasi/perusahaan serta antar organisasi dan perusahaan dan antar organisasi dengan perorangan. Jadi kalu pada internet cakupannya global menggunakan saluran telekomunikasi dan penggunanya tidak terbatas. Kalau intranet cakupannya terbatas yakni dalam organisasi/perusahaan dan antar organisasi/ perusahaan, dan penggunanya terbatas.
Sembilan langkah dalam menuju Intranet yang berhasil :
a) menetukan kebutuhan informasi.
b) Menetapkan kebijakan intranet
c) Membentuk staff intranet.
d) Menyediakan persiapan dokumen pemakai akhir.
e) Menentukan apakah perlu menyewa intranet dari luar.
f) Memilih Outsourcer Intranet.
g) Menyediakan sumber daya komunikasi data.
h) Membangun keamanan intranet.
i) Memantau kinerja sistem.

9. IKHTISAR
Skema dasar komunikasi data memiliki model umum yang sama dengan model dasar komunikasi. Semua komputer dan alat komunikasi yang saling berhubungan disebut jaringan (network). Suatu jaringan dasar terdiri dari terminal dan komputer yang dapat mengirim dan menerima, modem yang mengkodekan dan menguraikan kode pesan, dan sirkuit yang menyediakan satu atau beberapa saluran. Jenis-jenis jaringan dasar adalah LAN, WAN dan MAN.

Jaringan timesharing mencakup hanya satu komputer, dan jaringan pengolahan terdistribusi meliputi lebih dari satu komputer. Jaringan client/server memungkin kerja dilakukan secara sentral maupun secara local. Semua fungsi dan penyajian dapat dipindahkan dari server ke client, tetapi sebagian manajemen data tetap dipertahankan di server.

LAN adalah suatu jaringan dalam gedung yang sepenuhnya dimiliki dioperasikan oleh perusahaan. Pengendalian dilakukan secara contention based atau melalui token passing.

Internet dapat digunakan secara internal untuk menyediakan informasi read-only, mengedarkan dokumen elektronik, serta untuk menyediakan akses ke database dan groupware. Penggunaan tersebut dinamakan intranet. Intranet diterapkan dengan mengikuti proses yang sama tingkat kehati-hatiannya dengan proses untuk sistem informasi besar lainnya.

10. PERTANYAAN / DISKUSI :
1. Sebutkan komponen model komunikasi dasar !
2. Apa yang dimaksud dengan LAN, WAN, dan MAN ?
3. Sebutkan satu cirri yang membedakan LAN dengan WAN !
4. Sebutkan perangkat keras dari komunikasi data !
5. Apakah yang menentukan kecepatan transmisi suatu saluran ?
6. Sebutkan dan jelaskan manajemen pengendalian pada LAN ?
7. Jelaskan perbedaan antara timesharing dengan pengolahan terdistribusi !
8. Apa yang dimaksud dengan jaringan client/server ?
9. Apa yang dimaksud dengan internet dan intranet ?
10. Sebutkan dan jelaskan dua macam cara komunikasi pada jaringan !

Modul Komdat I

Jaringan Komputer Bab I Halaman 1/17

CHAPTER 1

PENDAHULUAN

1.1 REVOLUSI KOMUNIKASI KOMPUTER

Di tahun 1970-an dan awal 1980-an terlihat perpaduan dari bidang ilmu komputer dan
komunikasi data yang secara mendalam mengubah teknologi, produksi-produksi dan
perusahaan yang sekarang merupakan kombinasi industri komunikasi komputer.
Revolusi ini telah menghasilkan kenyataan yang menarik, antara lain :
· Tidak adanya perbedaan fundamental/pokok antara data processing
(komputer) dan komunikasi data (peralatan transmisi dan switching).
· Tidak adanya perbedaan fundamental antara komunikasi data, voice (suara),
dan video.
· Jalur-jalur antara single -processor computer, multi-processor computer,
jaringan lokal, jaringan metropolitan dan jaringan jarak jauh sudah kabur.
Akibatnya perkembangan besar pada industri komputer dan komunikasi baik dari
fabrikasi komponen sampai sistim integrasi dan perkembangan dari sistim integrasi
yang mentransmisi dan memproses semua tipe data dan informasi. Keduanya baik
teknologi dan standar teknik organisasi sedang diarahkan ke single public system
yang menyatukan semua komunikasi yang dibuat secara nyata semua sumber data dan
informasi di dunia secara mudah dan dapat diakses bersama-sama.

1.2 MODEL KOMUNIKASI

Tujuan utama dari komunikasi data yaitu untuk menukar informasi antara dua
perantara.
Data yaitu sebuah gambaran dari kenyataan, konsep atau instruksi dalam bentuk
formal yang sesuai untuk komunikasi, interprestasi atau proses oleh manusia atau oleh
peralatan otomatis.
Informasi yaitu pengertian yang diperuntukkan bagi data dengan persetujuanpersetujuan
memakai data tersebut.
Definisi-definisi ini dapat menjelaskan tujuan kita, yaitu : data dapat diidentifikasikan,
data dapat digambarkan, data tidak perlu mewakili sesuatu secara fisik; tetapi dari
semuanya itu data dapat dan sebaiknya digunakan untuk menghasilkan informasi. Hal
ini juga berarti bahwa data untuk satu orang akan muncul sebagai informasi untuk
yang lainnya. Informasi ini terbentuk ketika data ditafsirkan.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 2/17

Untuk menukar informasi, kemudian, memerlukan akses ke elemen data dan
kemampuan untuk mentransmisikannya. Dalam gambar 1.1, informasi yang akan
ditukar adalah sebuah message yang berlabel m. Informasi ini diwakili sebagai data g
dan secara umum ditujukan ke se buah transmitter dalam bentuk suatu sinyal yang
berubah terhadap waktu. Sinyal g(t) ditransmisikan. Umumnya, sinyal tidak akan
dalam bentuk yang sesuai untuk transmisi dan harus diubah ke sinyal s(t) yang
sepadan dengan karakteristik dari medium transmisi. Sinyal itu kemudian
ditransmisikan melalui medium tersebut. Pada akhirnya, sinyal r(t), dimana mungkin
berbeda dari s(t), diterima. Sinyal ini kemudian diubah oleh receiver kedalam bentuk
yang sesuai untuk output.
Pengubahan sinyal g(t) atau data g, adalah sebuah pendekatan atau perkiraan dari
input. Akhirnya, device output menampilkan message perkiraan tersebut, m, kepada
perantara tujuan. Contoh : electronic -mail (pos elektronik) dan percakapan
telephone.Untuk kasus pada electronic -mail, diketahui bahwa device input dan
transmitter adalah komponen dari personal komputer. Perantara adalah pengguna
yang akan mengirim sebuah message kepada pengguna lainnya; sebagai contoh
"jadwal pertemuan pada tanggal 25 Maret dibatalkan" (m). Karakter string ini adalah
informasi. Pengguna lalu mengaktifkan electronic -mail pada PC dan memasukkan
message tersebut melalui keyboard (device input). Karakter string ini secara ringkas
disimpan dalam memory utama (main memory). Kita dapat memandangnya sebagai
rangkaian karakter (g) atau, rangkaian bit-bit (g) dalam memory. PC ini dihubungkan
ke beberapa medium transmisi seperti local network tranceiver atau modem. Data
input akan ditranfer ke transmitter sebagai rangkaian bit-bit (g(t)) atau lebih tepat,
rangkaian voltage shift (g(t)) pada beberapa bus komunikasi atau kabel. Transmitter
dihubung langsung ke medium dan mengubah bit-bit yang masuk (g(t)) menjadi
sebuah sinyal (s(t)) yang sesuai untuk transmisi.
Gambar 1.1. Blok diagram komunikasi sederhana

Jaringan Komputer Bab I Halaman 3/17

1.3 KOMUNIKASI DATA

Topik yang akan dibicarakan, yaitu :
· Transmisi data.
· Data encoding, adalah proses transformasi data atau sinyal input kedalam
sinyal yang dapat ditransmisiskan.
· Teknik komunikasi data digital.
· Data link control.
· Multiplexing, menyatakan variasi teknik yang dipakai untuk membuat
pemakaian fasilitas transmisi lebih efisien.

1.4 JARINGAN KOMUNIKASI DATA

Dalam bentuk sederhana, komunikasi data terjadi antara 2 device yang secara
langsung berhubungan dengan medium transmisi point to point. Bila bentuk ini
dipakai maka:
· Bila device berada pada bagian yang jauh maka akan mahal, contoh : untuk
menghubungkan link antara 2 device yang jauhnya ribuan mil.
· Adanya set-set device, masing-masing memerlukan sebuah link ke lainnya
pada variasi waktu, contoh : semua telephone didunia dan semua terminal dan
komputer dimiliki oleh suatu organisasi tunggal kecuali untuk kasus dengan
sedikit device, hal tersebut tidak praktis untuk menggelar kabel antara masingmasing
pasangan device.
Solusi dari masalah ini adalah jaringan komunikasi yang dapat dilihat pada gambar
1.2.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 4/17

stasiun adalah suatu kumpulan device yang akan berkomunikasi, dapat berupa
komputer-komputer, terminal-terminal, telephone-telephone atau device komunikasi
lainnya. Tiap stasiun menghubungkan ke jaringan node (network node). Set-set node
tersebut merupakan pembatasan dari jaringan komunikasi yang sanggup mentransfer
data antar pasangan stasiun-stasiun.
Tipe dari jaringan komunikasi dalam buku ini :
· Switched network , data ditransfer dari sumber ke tujuan melalui hubungan
node seri.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 5/17

o Circuit-switched network, arah komunikasi diwujudkan antara
2 stasiun melalui jaringan node contoh umum : jaringan
telephone.
o Packet-switched network, data dikirim dalam serangkaian
potongan-potongan kecil, yang dinamakan paket. Tiap paket
melewati jaringan dari node ke node sepanjang jalur yang
menghubungkan sumber ke tempat tujuan. Contoh umum :
komunikasi terminal ke komputer dan komputer ke komputer.
· Broadcast network, lihat gambar 1.4, terdapat transmitter/receiver yang
berkomunikasi melalui medium yang disebar oleh stasiun-stasiun lain. Suatu
transmisi dari satu stasiun di-broadcast ke dan diterima oleh semua stasiun
lainnya. Contoh sederhana : CB Radio System. Dalam kasus berikutnya data
ditransmisikan dalam paket-paket, karena medium dibagi-bagi, maka hanya
suatu stasiun pada suatu waktu yang dapat mentransmisi suatu paket.
o Packet radio networks, stasiun berada didalam range transmisi
satu sama lain dan broadcast (menyiarkan) secara langsung ke
satu sama lainnya.
o Satellite networks, data tidak ditransfer langsung dari
transmitter ke receiver tetapi di-relay melalui satelit: masingmasing
stasiun mentransmisi ke satelit dan menerima dari
satelit.
o Local networks, bentuk yang biasa dari broadcasting adalah
LAN dan MAN lihat gambar 1.4c dan d. LAN adalah jaringan
komunikasi yang meliputi daerah yang kecil seperti gedung
atau bagian kecil dar i gedung. MAN meliputi daerah yang lebih
luas, seperti antar gedung atau daerah kota. Dalam bus local
network , semua stasiun dihubungkan ke kawat biasa atau kabel.
Suatu transmisi oleh satu stasiun manapun manapun menyebar
pada medium yang panjang dalam kedua arah dan dapat
diterima oleh semua stasiun lainnya. Ring network terdiri dari
close loop, dengan masing-masing stasiun berhubungan ke
elemen repeating (pengulang). Suatu transmisi dari stasiun
manapun bersirkulasi mengelilingi ring melalui semua stasiun
lainnya dan dapat diterima oleh tiap stasiun selagi melewatinya.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 6/17

1.5 ARSITEKTUR KOMUNIKASI KOMPUTER

Tugas-tugas yang harus dilaksanakan :
· Sistem sumber harus mengaktifkan path komunikasi data langsung atau
memberi informasi pada jaringan komunikasi identitas dari sistem yang dituju.
· Sistem sumber harus yakin sistem yang dituju siap menerima data.
· Aplikasi transfer file pada sistem sumber har us yakin bahwa program
manajemen file pada sistem tujuan siap untuk menerima dan menyimpan file.
Jaringan Komputer Bab I Halaman 7/17
· Jika format file yang dipakai pada dua sistem tidak kompatibel, sistem yang
satu atau lainnya harus melaksanakan fungsi format translasi.
Dalam pembahasan komunikasi komputer dan jaringan komputer, ada dua konsep
yang terpenting :
· protocol, dipakai untuk komunikasi antara entity-entity yang berbeda. Entity
adalah sesuatu yang mampu mengirim atau menerima informasi. Sistem
adalah obyek fisik yang mengandung satu atau lebih entity. Protocol
didefinisikan sebagai aturan yang dibangun untuk pertukaran data antara dua
entity. Elemen kuncinya :
o Syntax : termasuk hal seperti format data dan level sinyal.
o Sematics : termasuk kontrol informasi untuk koordinasi dan
mengatasi error.
o Timing : termasuk kecepatan pencocokan dan pengaliran.
· arsitektur komunikasi komputer, lihat gambar 1.5. Dimana terdapat 3 modul
yaitu
o modul file transfer mengandung semua logic yang unik untuk
file transfer application seperti transmisi pa ssword dan file
record.
o communication service module yang berhubungan dengan
kepastian bahwa dua sistem komputer sedang aktif dan siap
untuk transfer data dan menyimpan data yang sedang ditukar
untuk meyakinkan penyerahan. Tugas ini bergantung tipe
jaringan yang dipakai.
o network access module modul yang dimana memisahkan logic
untuk deal sebenarnya dengan jaringan. Jika jaringan yang
dipakai berubah maka akan mempengaruhi modul ini.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 8/17

A THREE LAYER MODEL (MODEL TIGA LAYER )

Pada model ini terdapat tiga layer yaitu :
· network access layer : bersangkutan dengan pertukaran data antara suatu
komputer dengan suatu jaringan yang dituju. Komputer pengirim harus
melengkapi jaringan dengan alamat komputer tujuan agar jaringan dapat
meneruskan data ke tujuan yang diinginkan. Komputer pengirim mungkin
memiliki beberapa service seperti prioritas, yang tergantung dari layer pada
jaringan yang memisahkan fungsi yang harus dikerjakan access jaringan
kedalam layer yang terpisah. Layer yang sama tinggi mengadakan fungsi yang
sama.
· Transport layer : dimana terdapat mekanisme pertukaran data dimana data
harus tiba di aplikasi tujuan dan dalam bentuk yang sama.
· Application layer : mengandung logic untuk mendukung variasi penggunaan
aplikasi. Untuk tiap aplikasi yang berbeda, seperti transfer file, dibutuhkan
modul terpisah yang khusus untuk aplikasi tersebut.
Gambar 1.6 dan 1.7 menggambarkan arsitektur sederhana.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 9/17

Pada gambar 1.6 terlihat ada tiga komputer yang terhubung ke suatu jaringan. Tiap
komputer mengandung software pada akses jaringan (network access ) dan transport
layer dan software pada application layer untuk satu atau lebih aplikasi. Dalam hal ini
perlu dua level pengalamatan. Tiap komputer pada jaringan harus mempunyai address
(alamat) sendiri agar jaringan dapat mengirim data ke komputer yang diinginkan. Tiap
aplikasi pada komputer harus mempunyai alamat yang khusus pada komputer tersebut
agar transport layer dapat mengirim data ke aplikasi yang diminta. Pengalamatanpengalamatan
ini dikenal sebagai service access points (SAPs), yang mengandung arti
bahwa tiap aplikasi mengakses sendiri service dari transport layer.
Pada gambar 1.7 menunjukkan cara modul pada level yang sama pada komputer yang
berbeda berkomunikasi satu sama lain dengan memakai protokol. Protokol adalah
sekumpulan aturan (format, control code, prosedur) yang menunjukkan dua entity
bekerja sama menukar data.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 10/17

Pada gambar 1.8 menunjukkan bagaimana untuk mengontrol operasi ini, kontrol
informasi, sebagai data yang harus ditransmisikan. Aplikasi yang terdiri dari satu blok
data dikirim ke transport layer. Pada transport layer, blok ini akan dipecah ke dalam
dua bagian yang lebih kecil yang terdiri dari transport header (mengandung protokol
informasi) dan data apllikasi. Kombinasi ini dikenal sebagai protocol data unit
(PDU). Dalam kasus ini, hal tersebut dinyatakan sebagai transport PDU. Header ini
mengandung kontrol informasi untuk digunakan oleh peer transport protocol pada
komputer lain.
Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini:
· destination SAP : transport layer tujuan harus tahu kepada siapa data dikirim
ketika menerima transport PDU
· sequence number : suatu transport protocol mengirim serangkaian PDU,
sekaligus menomorinya sehingga jika mereka tiba di luar permintaaan,
transport entity tujuan akan meminta ulang mereka
· error-detection code : pengiriman transport entity dapat termasuk suatu kode
yang berfungsi sebagai pengingat dari PDU. Penerima transport protocol
menerima kalkulasi yang sama dan membandingkan hasilnya dengan kode
yang masuk. Ketidaksesuaian hasil bila terjadi error dalam transmisi. Dalam
kasus ini, receiver dapat membuang PDU itu dan mengambil tindakan koreksi.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 11/17

Gambar 1.8. Protokol unit-unit data.
Berikutnya melangkah ke network layer, dimana data dari transport layer
ditambahkan suatu network access header oleh network access protocol,
menghasilkan suatu network access PDU. Contoh hal yang mungkin termasuk dalam
header ini :
· destination computer address : jaringan harus tahu untuk siapa (komputer
mana pada jaringan ) data dikirim.
· facilities request network access protocol : mungkin menginginkan jaringan
dipakai untuk fasilitas-fasilitas tertentu seperti prioritas.
Proses-proses diatas diperlihatkan pada gambar 1.9.
Gambar 1.9. Operasi dari suatu arsitektur komunikasi

Jaringan Komputer Bab I Halaman 12/17

THE OSI MODEL

Gambar 1.10 memperlihatkan kons ep dari model OSI (open system interconnection).
Model ini di bentuk oleh organisasi standar international sebagai model untuk
arsitektur komunikasi komputer dan sebagai framework untuk pembentukan protokol
standar.
Layer-layer pada model OSI :
· Physical layer , berhubungan dengan transmisi dari aliran bit yang tidak
terstruktur melalui medium fisik; berhubungan dengan karakteristik
mekanikal, elektrikal, fungsional, dan prosedural untuk akses pada medium
fisik.
· Data link layer , menyediakan transfer informasi yang lebih reliable melalui
link fisik; mengirim blok-blok data (frame-frame) dengan keperluan
synchronisasi, error control, dan flow control.
· Network layer, menyediakan layanan pada layer diatas dari transmisi data dan
teknologi switching yang dipakai untuk hubungan sistem; tanggung jawab
untuk mewujudkan, mengutamakan dan memutuskan koneksi-koneksi.
· Transport layer , menyediakan transfer data secara transparan antara akhir
point; menyediakan end to end pemulihan error dan flow control.
· Session layer , menyediakan struktur kontrol untuk komunikasi antara aplikasi;
mewujudkan, menata dan memutuskan koneksi (session) antara aplikasi
bersama.
· Presentation layer, menyediakan proses aplikasi dari perbedaan dalam
perwakilan data (syntax).
· Application layer, menyediakan akses ke lingkungan OSI untuk pemakai dan
juga menyediakan distribusi service informasi.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 13/17

1.6 ORGANISASI PEMBENTUK STANDAR

Sudah lama diterima dalam industri komunikasi bahwa standar diperlukan untuk
membentuk fisik, elektrikal, dan prosedur karakteristik peralatan komunikasi. Ada
sejumlah manfaat dan kerugian dalam proses pembentukan standar.
Manfaat standar, antara lain :
· Standar meyakinkan bahwa akan ada pasar yang besar untuk peralatan atau
sofware khus us.
· Memberikan pembeli lebih fleksibel dalam pemilihan dan pemakaian
peralatan.
Kerugiannya, antara lain:
· Standar condong untuk membekukan teknologi.
· Adanya beberapa standar untuk hal yang sama sehingga timbul berbagai
macam konflik mengenai standar.
1.7 OUTLINE OF THE BOOK
RINGKASAN CHAPTER
Chapter ini, tentu saja, berfungsi sebagai pendahuluan untuk seluruh isi buku.
TRANSMISI DATA
Konsep dan teknik dari prinsip transmisi data dijelaskan dalam buku ini. Untuk
mengerti kebutuhan untuk encoding, multiplexing, switching, error control dan
sebagainya, pembaca harus mengerti perilaku sinyal-sinyal data menyebar melalui
suatu medium transmisi. Chapter 2 menjelaskan perbedaan antara data digital dan
analog dan transmisi digital dan analog. Konsep dari attenuation dan noise
diperkenalkan dan variasi media transmisi dideskripsikan.
DATA ENCODING
Data datang dalam kedua bentuk analog (continuous) dan digital (discrete). Untuk
transmisi, data input (point 2, gambar 1.1) harus di-encode sebagai suatu sinyal listrik

Jaringan Komputer Bab I Halaman 14/17

(point 3, gambar 1.1) yang bergantung pada karakteristik medium transmisi. Kedua
data baik analog maupun digital dapat diwakilkan baik sebagai sinyal analog atau
digital; masing-masing dari keempat kasus akan dibicarakan dalam chapter 3.
TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL
Dalam chapter 4 dijelaskan perubahan dari transmisi data ke komunikasi data untuk 2
device yang terhubung dengan suatu medium transmisi untuk menukar data digital,
kerjasama yang baik sangat diperlukan. Secara khusus, data ditransmisi 1 bit setiap
waktu melalui medium. Timing (rate, duration, spacing) dari bit-bit ini harus sama
untuk transmitter dan receiver. Dua teknik komunikasi umum asynchronous dan
synchronous akan dibahas. Chapter ini juga membahas teknik mendeteksi bit error.
Akhir dari chapter ini, kita akan melihat interface dari kawat transmisi. Secara khusus,
device data digital tidak menjalurkan sinyal melaluit medium transmisi secara
langsung. Tentu saja, proses ini melewati suatu interface standar.
DATA LINK CONTROL
Kerjasama menukar data digital antara dua device memerlukan beberapa bentuk data
link control. Chapter 5 menunjukkan teknik fundamental umum untuk seluruh data
link protocol dan kemudian menunjukkan kegunaan paling umum protocol, HDLC.
MULTIPLEXING
Fasilitas transmisi mempunyai biaya yang mahal. Kasus yang sering terjadi yaitu dua
stasiun komunikasi tidak akan menggunakan kapasitas optimal dari data link untuk
efisiensi maka hal tersebut harus me mbagi-bagi kapasitas. Proses ini dikenal sebagai
multiplexing.
Chapter 6 berkonsentrasi pada 3 tipe umum dari teknik-teknik multiplexing. Pertama,
frequency-division multiplexing (FDM), yang paling tersebar luas dan dikenal
siapapun yang pernah memakai radio atau televisi. Kedua adalah time-division
multiplexing (TDM) serimg dikenal sebagai synchronous TDM yang umumnya
dipakai utnuk multiplexing aliran secara digital. Tipe ketiga adalah statistical atau
asynchronous TDM.
CIRCUIT SWITCHING
Berbagai penelitian teknologi dan arsitektur dari jaringan circuit-switched perlu
difokuskan pada operasi internal dari suatu switch tunggal. Hal inii kontras dengan
jaringan packet-switched (packet-switced network), dimana akan lebih baik
dikelaskan dengan perilaku khusus dari serangkaian switch-switch yang membentuk

Jaringan Komputer Bab I Halaman 15/17

suat u jaringan demikian chapter 7 memulainya dengan menunjukkan konsep digital
switching, termasuk space-dash time-division switching. Hal ini mendukung untuk
diskusi device yang umum digunakan untuk membentuk jaringan local circuitswitched
digital data switches, kita kemudian siap untuk melihat pada pertukaran
digital, dimana mendukung keduanya baik digital data devices dan telephone.
Akhirnya, konsep multinode jaringan circuit-switched akan dibahas; topik routing dan
kontrol sinyal akan dimasukkan juga.
PACKET SWITCHING
Ada 2 problem teknik yang utama berhubungan dengan jaringan packet switched dan
masing-masing diuraikan dalam chapter 8 :
· Routing : karena stasiun sumber dan tujuan tidak dikoneksi langsung, jaringan
harus membawa tiap paket, dari node ke kode yang melalui jaringan itu.
· Traffic control : sejumlah traffic( lalu lintas ) yang masuk dan transit ke
jaringan harus diatur untuk kerja yang efisiensi, stabil dan bagus .
Kunci desain dalam kedua hal tersebut akan ditampilkan dan dianalisis, bahasan ini
didukung dengan contoh-contoh dari jaringan-jaringan khusus. Sebagai tambahan
akan dibahas interface packet-switching standart, X.25.
LOCAL AND METROPOLITAN AREA NETWORKS
Disain Local Area Network (LAN) atau Metropolitan Area Network (MAN)
dibedakan oleh 3 faktor : medium transmisi topology, dan teknik Medium Access
Control (MAC). Chapter 9 membahas topik ini bersama dengan melihat kerja dari
LAN /MAN dari seluruhnya, referensi dibuat untuk standart bagi LAN dan MAN, hal
ini diringkas pada akhir chapter.
PROTOKOL DAN ARSITEKTUR
Chapter 12 memperkenalkan arsitektur komunikasi komputer dan memotifikasi
keperluan untuk suatu arsitektur layer dengan definisi protokol pada tipe layernya.
Konsep dari protokol sifat penting dari protokol akan dibahas.
Tiga Arsitektur Komunikasi terpenting diperkenalkan dalam chapter ini. Model Open
System Interconection (OSI) dibahas secara detail. Walaupun model OSI ini deterima
secara universal sebagai frame work untuk perbincangan dalam wilayah ini, arsitektur
pentin yang sama pentingnya adalah protokol TCP/IP, dimana merupakan dasar untuk
seluruh produk komersial. Akhirnya, arsitektur paling penting yaitu IBM s system
network architecture (SNA).

Jaringan Komputer Bab I Halaman 16/17

INTERNET WORKING

Dengan perkembangan jaringan, fasilitas internet working menjadi komponen penting
dari desain jaringan, chapter untuk memulai dengan penjelasan keperluan untuk
fasilitas internetworking dan pendekatan variasi desain yang dapat diambil untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Berikutnya, kegunaan bridge diuraikan,
termasuk diskusi tentang bridge routing algorthms. Chapter ini juga berhubungan
dengan penggunaan router-touter untuk internetworking Internet Protocol (IP) dan
ISO connectionless Network Protocol (CLNP) dipakai sebagai contoh; juga dubahas
tentang variasi protokol untuk routing.
TRANSPORT PROTOCOL
Transport protocol adalah kunci dari konsep tentang arsitektur komunikasi komputer.
Hal itu dapat juga merupakan protokol-protokol kompleks. Chapter 12 menguraikan
secara detil mekanisme transport protocol dan kemudian memperkenalkan 2 contoh
penting, keluarga ISO dari transport protocol dan TCP. Akhirnya, chapter ini
menganalisa transport protocol, dimana didesain untuk memungkinkan efisiensi
penggunaan jaringan kecepatan tinggi.
SESSION SERVICES AND PROTOCOL
Session protocol digunakan untuk mengontrol dialog antara dua aplikasi. Chapter 16
memfokuskan pada standart ISO, dimana dinyatakan daerah service yang dapat
diselenggarakan dan mekanisme khusus dari session protocol untuk mendukung
service-service tersebut.
PRESENTATION FACILITIES
Presentation Facilities berhubungan dengan gambaran dan transformasi informasi
yang tergantung pada aplikasi. Chapter 14 memulai dengan penjelasan detil dari
Abstract Syntax Notation One(ASN.1); pengenalan bahasa ini penting untuk mengerti
aliran kerja dalam transfer file dan electronic mail. Contoh yang berhubungan antara
lain SNMPv2, FTAM dan X.400.
ISDN DAN BROADBAND ISDN
Integrated services digital network (ISDN) merupakan proyek jaringan publikasi
worldwide yang didesain untuk melayani berbagai keperluan pengguna. Broadband
ISDN adalah suatu peninggian ISDN yang dapat mendukung kecepatan data atau data
rate yang sangat tinggi. Chapter ini menjelaskan tentang arsitektur, prinsip-prinsip
disain dan standar untuk ISDN dan broadband ISDN.

Jaringan Komputer Bab I Halaman 17/17

FRAME RELAY DAN CELL RELAY

Mungkin perkembangan yang paling berarti dalam jaringan komunikasi selama
beberapa tahun yang lalu memperkenalkan te knologi frame relay dan cell relay (juga
dikenal sebagai asynchronous transfer mode atau ATM) ke dalam berbagai jaringan
dan produk komunikasi. Chapter 17 menunjukkan kedua teknologi ini dan
membandingkan mereka dengan yang lain dan dengan tradisional packet switching.
HUBUNGAN CHAPTER ORGANISASI DENGAN MODEL OSI
Secara umum, buku ini diatur pada jalur arsitektur OSI, dari layer dasar (physical)
sampai layer atas (application). Gambar 1.11 memperlihatkan hubungan tersebut .
Sebagian part I berhubungan dengan komunikasi data dan hubungannya dengan OSI
layer 1. Pengecualiannya yaitu chapter 5, pada data link control, dimana meliputi
fungsi yang diperuntukkan untuk OSI layer 2. Materi diperkenalkan sebelum
multiplexing dalam chapter 6, dimana berhubungan dengan layer 1, karena implikasi
untuk multiplexing dengan menjunjung struktur frame data link control. Part II
berhubungan dengan jaringan komunikasi. Dengan demikian, banyak materi dari
bagian ini dihubungkan dengan fungsi yang diperuntukkan untuk OSI layer 3.
Bagaimanapun, disain dan fungsi menyelesaikan pertimbangan dari layer 1 dan 2
sebaik mungkin. Dengan demikian, part II meliputi OSI layer 1 hingga 3.
Part III memulai dengan peninjauan protokol dan arsitektur komputer dalam chapter
10 yang meliputi seluruh arsitektur 7 layer. Chapter 11 ditujukan pada fungsi khusus
layer 3 yang dinyatakan sebagai internetworking. Chapter 12 sampai 15 meliputi layer
4, 5 dan 7. Akhirnya, part IV membahas ISDN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar